Tingkatkan PAD Melalui BBL, Dinas Perikanan Konsel Siapkan Pengelolaan Benih Lobster

INFO PUBLISH.ID, KONAWE SELATAN – Dinas Perikanan Kabupaten Konawe Selatan mengumumkan rencana pelaksanaan program perubahan yang bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL).

Langkah ini diberi nama PE SANA BELO PA atau Pengelolaan Sarana Prasarana Benih Bening Lobster Menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan nelayan serta perekonomian daerah.

Kepala Dinas Perikanan Konsel, Wayan Darma Fokus utama dari kegiatan ini adalah pemanfaatan potensi besar BBL di wilayah Konawe Selatan. Pada tahap awal, program ini menargetkan pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi kelompok nelayan, yang menjadi langkah penting dalam legalitas usaha mereka.

“Sementara itu, untuk jangka panjang, direncanakan pembangunan rumah grading sebagai fasilitas penyimpanan dan pemasaran BBL. Fasilitas ini dirancang untuk dapat mendukung 50 hingga 100 nelayan dengan anggaran yang dialokasikan dari APBD,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (23/9).

Ketgam: Kepala Dinas Perikanan Konsel, Wayan Darma saat mempresentasikan PE SANA BELO PA (Pengelolaan Sarana Prasarana Benih Bening Lobster Menghasilkan PAD), di Stand pameran LAN RI, Makassar, saat ujian akhir PKN-2. (DOK. DINAS PERIKANAN KONAWE SELATAN

Diketahui, rumah grading sangat penting dalam pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL). Utamanya dalam menampung BBL, dan menekan tingkat mortalitas.

Termasuk meningkatkan kualitas BBL melalui proses penyortiran, meningkatkan harga jual benih lobstere, mudahkan pemasaran BBL dengan standar kualitas, menyediakan fasilitas penyimpanan yang memadai, mendukung keberlanjutan ekosistem laut, memberdayakan nelayan dan meningkatkan PAD daerah.

Ia menyatakan bahwa program ini didorong tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan nelayan, tetapi juga memberikan sumbangsih besar bagi daerah melalui PAD.

“Dengan adanya pengelolaan yang baik, kami berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kualitas benih yang dihasilkan, serta memastikan harga jual yang lebih tinggi bagi nelayan,” ujarnya.

Rumah grading yang direncanakan akan menjadi fasilitas kunci dalam menjaga kualitas BBL, yang nantinya akan mendongkrak nilai jualnya di pasar. Lebih lanjut, program ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, nelayan, dan pihak swasta.

“Sehingga diharapkan pelaksanaannya berjalan sesuai rencana dengan dukungan regulasi, termasuk Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024,” imbuhnya.

Dengan regulasi yang jelas, tambahnya, pengelolaan BBL diharapkan tidak hanya berkontribusi pada ekonomi lokal, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam melalui praktik yang berkelanjutan.

Melalui proyek ini, Kabupaten Konawe Selatan bertekad memperkuat daya saing di sektor perikanan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.

“Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan, demi keberlanjutan jangka panjang bagi masyarakat pesisir,” pungkasnya.

Laporan : Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *