Muscab III APBMI Konawe Selatan Berlangsung Khidmat Di Kendari

INFO PUBLISH.ID, KENDARI — Musyawarah Cabang (Muscab) III Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kabupaten Konawe Selatan resmi digelar pada Rabu, 30 September 2026, bertempat di Ballroom Hotel Claro Kendari.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Muscab menjadi forum penting bagi jajaran perusahaan bongkar muat di Kabupaten Konawe Selatan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus membahas berbagai langkah strategis dalam menghadapi perkembangan sektor kepelabuhanan dan jasa bongkar muat ke depan.

Muscab III APBMI Konawe Selatan dihadiri jajaran pengurus dan perusahaan bongkar muat se-Kabupaten Konawe Selatan, Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APBMI Sulawesi Tenggara, serta sejumlah perwakilan instansi terkait.

Turut hadir mewakili Kepala Dinas Perhubungan, Nuryamin Nuhung Tongasa, serta Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Lapuko. Kehadiran unsur pemerintah dan instansi kepelabuhanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta koordinasi antara pelaku usaha jasa bongkar muat dengan pemangku kepentingan terkait.

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan dan tantangan yang berkaitan dengan jasa bongkar muat menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian bersama. APBMI sebagai wadah organisasi perusahaan bongkar muat memiliki peran dalam membangun komunikasi dan koordinasi agar aktivitas bongkar muat dapat berjalan secara profesional serta mendukung kelancaran kegiatan kepelabuhanan.

Apresiasi terhadap Pelaksanaan Muscab

Dalam kesempatan tersebut, Aksar SE, Direktur PT Tamalaki Puspa Bahari, salah satu Direktur perusahaan bongkar muat yang beroperasi di wilayah Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Muscab III APBMI Konawe Selatan.

“Pelaksanaan Muscab tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarpelaku usaha jasa bongkar muat,”ujarnya

Ia menilai komunikasi dan kebersamaan antar pengusaha sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang di sektor kepelabuhanan.

Selain itu, sinergi dengan pemerintah dan instansi terkait juga dinilai penting agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi melalui mekanisme koordinasi yang baik.

Ketua APBMI Sampaikan Pertanggungjawaban Kepemimpinan

Sementara itu, Ketua APBMI Konawe Selatan, Kahar Bondasi, SE, dalam kesempatan tersebut menyampaikan sambutan sekaligus laporan pertanggungjawaban atas amanah kepemimpinan yang telah dipercayakan kepadanya.

Dalam sambutannya, Kahar menegaskan bahwa APBMI tidak hanya dipandang sebagai wadah perkumpulan perusahaan bongkar muat, tetapi juga sebagai organisasi yang memiliki fungsi koordinasi lintas sektor.

“Kami menempatkan APBMI bukan sekadar sebagai wadah perkumpulan perusahaan bongkar muat semata, melainkan sebagai wadah koordinasi lintas sektor yang menghubungkan penyedia jasa bongkar muat, pemerintah, dan para pemilik barang.”tegas ketua APBMI

Menurut Kahar, hubungan antara perusahaan bongkar muat, pemerintah, dan pemilik barang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mendukung kelancaran kegiatan kepelabuhanan.

Karena itu, komunikasi yang terbuka serta koordinasi yang berkesinambungan menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan organisasi.

“Sinergi inilah yang menjadi fondasi agar setiap langkah yang diambil tetap searah, sejalan, dan membawa manfaat luas bagi seluruh elemen yang terlibat,” ujarnya

Kahar juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di internal organisasi. Menurutnya, APBMI Konawe Selatan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh anggota agar organisasi dapat terus berkembang dan mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul di sektor jasa bongkar muat.

Dorong Profesionalisme dan Pelayanan

Pelaksanaan Muscab III diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial organisasi, tetapi mampu menghasilkan pembahasan dan langkah konkret yang dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan jasa bongkar muat di Konawe Selatan.

Profesionalisme sumber daya manusia, peningkatan kualitas pelayanan, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah menjadi sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat.

Keberadaan perusahaan bongkar muat juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas distribusi barang dan kelancaran arus logistik. Karena itu, peningkatan tata kelola dan pelayanan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Melalui Muscab III tersebut, APBMI Konawe Selatan diharapkan dapat terus membangun organisasi yang solid, meningkatkan koordinasi antaranggota, serta memperkuat hubungan kelembagaan dengan pemerintah dan instansi terkait.

Forum tersebut juga menjadi momentum untuk menyatukan pandangan dan menyusun langkah organisasi ke depan, sehingga APBMI Konawe Selatan dapat menjalankan perannya secara lebih profesional dan konstruktif dalam mendukung sektor kepelabuhanan.

Dengan berakhirnya rangkaian Muscab III, seluruh peserta diharapkan dapat membawa semangat kebersamaan dan hasil pembahasan forum untuk diterapkan dalam pelaksanaan organisasi maupun kegiatan usaha masing-masing.

Muscab III APBMI Konawe Selatan pun menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun sinergi lintas sektor, serta mendorong terciptanya pelayanan jasa bongkar muat yang profesional, tertib, dan mampu mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan di Konawe Selatan.

Laporan : Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *